Dikirimkan pada

seuntai kata buat mu

sejak senyum manismu menyentuh relung hati ku,

sejak bening matamu membasuh kalbu,

sejak sapa lembutmu menggetarkan nuraniku

dunia ini kurasa begitu indah,

pagi melihat senyummu adalah insfirasi buatku,

siang menikmati bening matamu adalah pelepas dahagaku,

sore mendengar lembut suaramu adalah penghapus lelahku,

kini dalam setiap tidurku

kau tak lagi datang meski hanya sejenak

karena kau bukan lagi mimpi-mimpi

karena kau meresap jauh keseluruh sukma ku

karena kau berbaur dalam setiap hembusan nafasku

karena kau bernyanyi ditiap detak jantungku

karena kini kau lelap disampingku

dengan irama nafasmu yang masih seindah dulu

(terima kasih, telah mendampingiku sampai kini, maafkan semua kekuranganku sungguh aku sangat bahagia menikmati perjalanan yang begitu panjang bersamamu)

———

untuk seorang istri yang setia

11 Respon untuk seuntai kata buat mu

  1. Kata istrinya Mas Brapio :
    “Ah.. rayuan gombal…..
    Mana uang dapur….
    Cepaatttt….”
    :mrgreen:

  2. bedh

    Kata istrinya Mas Brapio lagi :
    dasar buaya….
    lalu sms siapa ini hah?
    siapa?
    hayo jawab,…..

    itukan puisi yang kamu kasih waktu kita baru baru nikah 2 bulan. dikira aku nggak hapal apa?
    :lol:

  3. salut buat pak hadi, masih sempat juga membuatkan sebuah kado puisi yang begitu indah buat ibu pada awal tahun 1429 H. semoga mendapatkan berkah dari Allah SWT menjadi keluarga yang sakinah mawahdah warahmah, pak. Sukses buat pak hadi dan keluarga.

  4. Aprina

    udah disampaikn belum mas puisinya, jangan-jangan buat tambah koleksi doang.
    puisinya bagus banget mas,

  5. rozenesia

    Waduh, eh. Saya belum nikah, jadi ga tau apa-apa. Suerrr!!

    Baidewei, cewe saya kalau dikasih puisi pasti ngambek, ga mau katanya. :mrgreen:

  6. edratna

    Duh romantisnya……semoga rukun selalu…..

  7. sejak senyum manismu…….*klo gak pas lagi sariawan*
    sejak bening matamu…….*klo gak pas lagi belekan*
    dengan irama nafasmu…….*hmm…pasti iramanya ndangdutan* :lol:

  8. Ping-balik: Dilema Peran kaum Perempuan Pasca-Jawa | Catatan Sawali Tuhusetya

  9. STR

    Salam kenal, Om!

    Puisinya … mmm … yah … mayan lah … :cool:

    :: salam kenal kembali
    terima kasih, Pak sawali berlebihan yaa

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s