Posted on

Deni di Rantau

Deni, beberapa bulan lalu tak terbayang olehmu ( mungkin ) bahwa kau harus menjalani hidup jauh dari kami, hal serupa juga tak terbayangkan oleh kami. Hari-hari diawal kepergian mu sepi dan hampa menyelimuti kami, senda gurau, canda tawa dan keriangan seperti menghilang dari kehidupan kami. Kadang saat kami terjaga dari tidur seolah kami masih merasa kau ada disekitar kami, suara dan tawamu seolah kami dengar, sosok jangkungmu seakan nampak di kamar tempat biasa kau tidur dan membaca semua masih melekat kuat dalam ingatan dan dipelupuk mata kami.

Den,  hari terus berganti, lama kelamaan kami menjadi terbiasa tanpa kehadiran sosok mu di sekitar kami rutinitas kegiatan dan kesibukan kami seolah menenggelamkan kisah-kisah saat masih bersama. Kami tidak lupa padamu, hanya saja roda kehidupan harus terus bergulir seiring dengan waktu. Kami hanya ingin engkau tau kami baik-baik saja.

Den, begitu juga harapan kami, semoga hari-harimu bergulir tetap penuh semangat. Den, tataplah ke depan karena kau harus terus melaju dan menolehlah kebelakang karena kau harus belajar dari pengalaman masa lalu untuk menjadi lebih baik, tengoklah ke kiri dan kanan karena banyak yang akan kau ambil untuk bekalmu menuju ke depan.

Selamat berjuang, keberhasilanmu kami tunggu. Den, yakinkan dirimu kau pasti membawa keberhasilan itu buat kami. Do’a kami senantiasa buatmu.

Iklan

One response to “Deni di Rantau

  1. Deni enak bener yaa banyak yang sayang, emangnya kamu merantau dari mana dan ke mana sih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s