Posted on

Den, Inggris Den…

Berita olah raga dari salah satu stasiun tv pada pagi hari adalah hal yang biasa kita sama-sama saksikan, hal yang selalu membuat mama berteriak mengingatkan persiapan kegiatan kita pagi hari, ” Sudah Sarapan belum, Sepatunya udah disemir, buku pelajaran hari ini udah diganti, liat tuh jam berapa?” dan macam-macam aba-aba lain yang sering kali kita sahuti dengan koor bersama “sudah mama”, yang kemudian akan dilanjutkan oleh mama “Kalau sudah berangkat sana nanti terlambat, mana remote tv nya!!!?” kalau sudah begitu baru kita bubar jalan dan saling bersalaman mohon restu dari mama. Mama yang selalu tersenyum penuh kemenangan, Deni tau nggak kalau kita sudah berangkat maka tv itu akan lanjut oleh mama sambil menghabiskan sarapan apalagi kalau bukan GOSSSSIIIPPP, yah mama-mama.

Pagi hari itu papa sendirian Rangga sudah berangkat sekolah, nonton berita Inggris kalah 2-3 dari Kroasia papa jadi ingat Deni. Bukan karena Inggris tidak lolos, tapi ingatan saat kita menyaksikan siaran langsung pertandingan olah raga.

Seperti Deni tau papa gak suka kalau melihat langsung tim kesayangan papa kalah tapi papa bisa meneima kalau mendengar sesudahnya. Ingatkan waktu Brasil kalah 0-2 dari Meksiko? Papa nyesel banget nonton, sebab papa yakin Brasil pasti bisa bales, eh taunya nggak. Dan waktu Deni ajak nonton finalnya lawan Argentina Papa gak mau, pasti kalah deh Brasil, paginya denger berita malah menang 3-0 papa nyesel lagi kenapa nggak menyaksikan langsung kemenangan tim pavorit papa.

Deni, papa memang nggak bisa melihat apa saja yang kita suka mendapat kekecewaan dan kita tidak bisa berbuat apa-apa selain menyaksikan kisah sedih itu, seperti juga banyak sinetron kita yang melulu menyodorkan tertindasnya kaum lemah, dan lebih aneh lagi waktu ramadhan kemaren, semua sinetron mempersembahkan tertindasnya orang-orang sholeh yang miskin, cacat dan semuanya dilakukan oleh orang-orang yang tidak baik,mempertontonkan keluguan(kebodohan) dan kelemahan muslim/muslimah itu, walau yang dimaksud adalah tentang tabah dan sabarnya orang sholeh menerima cobaan/ujian.

Papa masih gitu aja deh, bisa menikmati tontonan (pertandingan olah raga) kalau yang bertanding itu kedua-duanya bukan kesukaan papa, tapi kalau salah satu nya tim favorit papa maka papa putuskan nggak nonton, apalagi sekarang temen nonton gak ada, Rangga adikmu gak hobi apalagi kalo harus begadang.

Den, mudah-mudahan piala Eropa yad pas Deni libur jadi papa bisa nonton bareng, paling nggak Deni bisa bangunin papa pas tim favorite papa unggul minimal 2-0 dan kalau kesusul papa tidur lagi.

Ada gak sih yang bisa dipetik dari sikap papa itu Den, gimana refleksinya dengan jalan hidup kita? jawabnya ada direlung hati deni, yang jelas kesempurnaan memang bukan milik makhluk seperti kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s