Posted on

IDUL QURBAN

Deni & Rangga, kalian pasti masih sangat ingat bagaimana setiap tahun pada saat lebaran haji kita selalu bersama-sama membakar daging kambing dari pemberian orang yang melaksanakan Qurban karena  kalau ada daging sapi pasti dibuatkan rendang oleh mama. Kalian pasti juga ingat bagaimana orang-orang yang lalu lalang di jalan depan rumah kita begitu sibuk bulak-balik dengan menenteng kantong kresek atau bongsang yang berisi potongan daging sapi/kambing yang mereka terima (walaupun harus antri) dari beberapa tempat yang mereka datangi.

D&R, pernah kita perhatikan bersama-sama, mereka mengumpulkan daging kurban itu dari segala tempat dan mereka begitu tabah antri berdesakan terkadang di tangannya sudah ada 2 sampai 3 keranjang daging, pertanyaan kalian sangat sederhana ” Pa kenapa kita nggak ikut antri? kan bisa dapat banyak? “, yah memang selama ini kita hanya mendapat daging kurban dari kerabat yang kebetulan berkurban atau mushola dekat rumah yang menyembelih 2-3 ekor kambing untuk dibagikan keseluruh tetangga mushola dan kalian tentu juga ingat bagaimana kita tidak bisa menghabiskan daging yang kita peroleh kita kekenyangan makan sate kambing dan pernyataan kalian sangat sederhana ” Pa kalau yang tadi kita lihat pasti keluarganya banyak, kalau dikumpulin mungkin mereka dapat satu ekor kambing kali ya Pa !”

D&R begitulah manusia tidak pernah merasa cukup meski mereka tau ada saudara muslimnya yang tidak kebagian dan kita bisa maklum mungkin hanya saat seperti inilah mereka bisa menikmati daging ( setahun 1x).

D&R, saat ini bukan itu yang akan papa katakan buat kalian, coba ingat lagi sejarah nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Ketika Nabi Ibrahim mendapat perintah menyembelih putranya Ismail, sebagai seorang Bapak yang baru dikarunia seorang anak itupun setelah berpuluh tahun tidak mendapat keturunan betapa sayangnya Ibrahim kepada Ismail, tetapi perintah ALLAH harus dijalankan dan Nabi Ibrahim siap melakukannya, Nabi Ismail seorang anak yang kala itu baru berusia belasan tahun ternyata siap juga untuk disembelih orang tuanya sendiri.

Kisahnya tentu bisa D&R ingat bukan? tapi bagaimana jika kala itu ALLAH tidak merubah yang tersembelih adalah seekor domba dan ALLAH memerintahkan kepada umat agar setiap anak pertama laki-laki  setelah berusia 12 tahun harus disembelih seperti perintahnya kepada nabi Ibrahim. Terus terang papa meneteskan airmata membayangkan jika itu terjadi. Saat ini papa hanya akan punya Rangga seorang karena Deni pada usia 12 tahun sudah Papa sembelih atas perintah Allah yang wajib dilaksanakan.

D&R Allah maha pengasih dan maha penyayang, maha mengetahui, maka berkasih sayang lah kalian kakak beradik karena sampai usia kalian remaja masih bisa bersama, kalian hanya berdua jika tidak saling menjaga dan mengingatkan siapa lagi karena kelak papa atau mama pasti akan dipanggil Allah pada saatnya.

D&R lebaran haji kali ini insya Allah kita masih bersama mari kita nikmati anugrah yang tak terkira ini dengan segala puji dan syukur semoga harapan-harapan kita mendapat ridhoNYA, amiin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s